|

BONVIVA®
(ibandronic acid)
Membuat manajamen osteoporosis sebulan sekali menjadi kenyataan
Definisi
Ibandronate adalah golongan bisphosphonate terbaru, yang intinya
bekerja dengan menghambat sel pembongkar tulang sehingga menurunkan
kecepatan hilangnya massa tulang. Selain terbukti efektif
dan aman, keunikannya terletak pada frekuensi pemberian yang
hanya sebulan sekali pada terapi osteoporosis.
Latar belakang
-
Golongan bisphosphonate adalah keluarga
obat non-hormonal yang digunakan untuk mencegah dan mengobati
osteoporosis. Ini bekerja dengan menurunkan kecepatan
hilangnya massa tulang, sehingga menurunkan risiko terjadinya
fraktur.
-
Ibandronate telah diteliti pada lebih
dari 11.000 pasien pada uji klinisselama 3 tahun
-
Roche telah mengembangkan ibandronate
yang terbukti efektif dan aman, dengan sediaan sebulan
sekali. Ini menawarkan kenyamanan bagi pasien sehingga
diharapkan dapat memberikan keberhasilan pengobatan yang
lebih baik.
-
Pertama kali diluncurkan di pertengahan
2005, ibandronate telah diresepkan di Amerika Serikat,
Uni Eropa, Filipina dan beberapa negara lain.
-
Ibandronate sudah mendapat ijin edar
dari oleh Badan POM Indonesia, 9 Januari 2007. Diharapkan
dapat memenuhi kebutuhan dokter dan pasien atas obat osteoporosis
yang efektif, aman, dan nyaman karena hanya perlu dikonsumsi
sebulan sekali.
Cara Kerja
Ibandronate adalah bisphosponate yang mengandung nitrogen
berpotensi tinggi yang bekerja menghambat kerja osteoklas,
sehingga menghambat proses pembongkaran tulang.
Penelitian Kunci
Efikasi, keamanan, dan tolerabilitas ibandronate telah diteliti
dalam penelitian yang menyeluruh, dari segi dosis dan interval
pemberian, melibatkan lebih dari 11.000 pasien, termasuk diantaranya
penelitian BONE dan MOBILE.
BONE
Ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan efikasi anti
fraktur untuk bisphosphonate intermiten dan harian. BONE (Oral
iBandronate Osteoporosis Vertebral Fracture Trial in North
America and Europe) adalah penelitian acak, double blind
selama 3 tahun, dibandingkan dengan plasebo – pada 2.946
wanita paska menopause dengan osteoporosis.
MOBILE
Penelitian MOBILE (Monthly Oral iBandronate In LadiES) meneliti
efikasi dan keamanan pengobatan sebulan sekali. Ini adalah
penelitian acak, double-blind, grup paralel selama
2 tahun, pada 1.609 wanita paska menopause dengan osteoporosis
di beberapa negara yang berbeda, yang membandingkan efikasi
dan keamanan pengobatan ibandronat harian, yang disetujui
oleh FDA dan European Commission, dengan sediaan sebulan sekali
yang berbeda: 100 mg sekali dalam sehari, 100 mg yang diminum
secara terpisah, 50 mg dalam 2 hari berturut-turut; 150 mg
dalam satu hari. Data selama dua tahun menunjukkan hasil efikasi
dan tolerabilitas yang sangat baik, yang menyimpulkan dosis
150 mg sekali dalam sehari sebagai yang terbaik.
BonAd Asia
Saat ini di Indonesia, sedang berlangsung
penelitian klinis Bonviva untuk wanita paska menopause dengan
osteoporosis.
Penilitian ini merupakan penelitian regional yang tergabung
dengan 4 negara lainnya: Thailand, Taiwan, Filipina, dan Hongkong
dengan pasien total 626 orang.
Indonesia merupakan center dengan jumlah pasien terbesar,
yaitu 200 orang. Jumlah ini juga merupakan jumlah pasien terbesar
di Indonesia untuk penelitian obat osteoporosis sampai saat
ini.
Untuk Indonesia, kita telah memulai penelitian
sejak akhir September 2006. Penelitian ini akan berlangsung
selama 1 tahun dan diperkirakan akan selesai pada akhir Desember
2007.
Objektif dari penelitian ini:
- Melihat efikasi dan keamanan penggunaan ibandronate pada
wanita Indonesia paska menopause yang mengalami osteoporosis
- Membandingkan angka kepatuhan pengobatan pada pasien yang
diinformasikan hasil pemeriksaan serum CTX bulan ke tiga dan
yang tidak diberitahukan hasilnya.
Ada 3 center di Indonesia, yaitu,
Jakarta, Surabaya dan Makassar. Disepakati sebagai peneliti
utama: Prof. DR. dr. Ichramsjah A. Rachman, SpOG(K), yang
juga merupakan Ketua Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI)
Data Efikasi sampai saat ini
Pada penelitian
BONE:1
-
Setelah pengobatan selama tiga tahun,
grup dengan terapi ibandronate intermiten dan harian mencapai
peningkatan nilai Densitas Mineral Tulang (=Bone Mineral
Density / BMD) dari tulang belakang (6,5%, 5,7% dan 1,3%
untuk dosis harian, intermiten dan plasebo) dan total
tulang pinggul (3,4%, 2,9% dan 0,7% untuk dosis harian,
intermiten dan plasebo).
-
Ibandronate oral harian dan juga intermiten
secara signifikan menurunkan risiko terjadinya fraktur
tulang belakang yang baru sebesar 62% dan 50% dibandingkan
dengan plasebo.
-
Ini adalah pertama kalinya golongan
bisphosphonate oral menunjukkan efikasi anti fraktur pada
asupan intermiten dengan interval lebih dari dua bulan.
Pada penelitian
MOBILE 2
-
Setelah dua tahun, BMD tulang belakang
meningkat dari baseline sebanyak 6,6% dengan ibandronate
150 mg sebulan sekali, dibandingkan dengan 5,0% pada grup
dosis harian. Sediaan 150 mg sebulan sekali, tetap menunjukkan
superioritasnya (p<0,001), setelah satu tahun.
-
BMD di seluruh bagian pinggul meningkat
untuk semua grup. Total peningkatan BMD: 4,2% di grup
150 mg sebulan sekali, dibandingkan dengan 2,5% untuk
grup sehari sekali.
-
Penurunan dari pembongkaran tulang
terlihat di tahun pertama penelitian MOBILE dan tetap
dipertahankan di tahun kedua.
-
Mayoritas pasien memberikan respon
positif terhadap terapi ibandronate oral. Pada grup 150mg
sebulan sekali, lebih dari 90% pasien memiliki nilai BMD
yang tetap (dipertahankan) atau meningkat, di semua bagian
yang diukur.
Data keamanan sampai saat ini
Pada penelitian
BONE: 1
Pada penelitian
MOBILE: 2
-
Analisa keamanan selama dua tahun
menunjukkan bahwa ibandronate dapat ditoleransi dengan
baik, tidak ada perbedaan angka kejadian ‘adverse
event’ pada grup dengan pemberian dosis 50/50mg,
150 mg sebulan sekali dan 2,5 mg sekali sehari.
Tolerabilitas umum dari bisphosphonate
-
Disarankan untuk menghindari pemberian
bisphosphonate oral kepada pasien dengan riwayat ganguan
gastrointestinal yang aktif.
-
Bisphosphonate memiliki cara pemberian
yang kompleks: alendronate and risedronate harus diminum
dengan 200 ml dan 100 ml air. Sebelum dan sesudah meminum
obat, pasien tidak boleh makan atau minum, dan harus berada
dalam keadaan tegak selama jangka waktu yang ditetapkan.
-
Seperti bisphosphonate lain, ibandronat
oral dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal bagian
atas seperti disfagia, esofagitis atau nyeri lambung dan
ibandronate harian tidak boleh diberikan untuk pasien
hiperkalsemia, atau pasien yang tidak dapat ‘tegak’
dalam waktu tertentu.
-
Untuk menetapkan terapi bisphosphonate
sebagai pilihan, dokter dan pasien harus saling menyesuaikan
antara profil efikasi dengan tolerabilitas individual
pasien.
Referensi
1. Chesnut et al. Effects of oral ibandronate
administered daily or intermittently on fracture risk in postmenopausal
osteoporosis, Journal of Bone and Mineral Research, 9 (8),
2004
2. Cooper C, Delmas PD, Felsenburg D, Hughes C, Marion N et
al. Two-year efficacy and tolerability of once monthly oral
ibandronate in postmenopausal osteoporosis: the MOBILE study.
Abstract presented at the Annual European Congress of Rheumatology
(EULAR), Vienna, Austria 8-11 June 2005.
|