|
Apakah Rhumatoid artritis itu ?
RA adalah penyakit autoimun yang progresif, ditandai
dengan adanya inflamasi pada sendi. Inflamasi ini menyebabkan
hilangnya bentuk dan fungsi dari sendi, sehingga mengakibatkan
nyeri, kaku dan bengkak, yang mengarah pada terjadinya kerusakan
dan kehilangan fungsi sendi yang permanen. Ciri khusus dari
RA adalah kemerahan, kaku, nyeri dan terbatasnya gerakan pada
sendi di tangan, kaki, siku, lutut dan leher. Pada kasus yang
lebih berat, RA dapat menyerang mata, paru-paru, atau pembuluh
darah. RA juga memperpendek harapan hidup dengan menyerang
sistem organ .
RA adalah bentuk penyakit autoimmun yang paling sering dijumpai
dan diderita oleh lebih dari 6 juta orang di seluruh dunia.
Berapa angka mortalitas (kematian)
dari orang-orang yang menderita RA ?
Angka mortalitas RA sangat bervariasi. Berdasarkan
data dari AAF (American Arthritis Foundation), angka mortalitas
pada penderita RA dua kali lipat dibanding populasi umum.
Bagaimana membedakan RA dari penyakit
radang sendi lain seperti osteoartitis (OA) ?
Baik RA maupun OA, keduanya menyebabkan terjadinya
radang sendi sehingga mengakibatkan nyeri (hebat), kaku, kerusakan
jaringan sendi dan hilangnya fungsi. Pada dasarnya RA sangat
berbeda dengan OA, RA adalah penyakit autoimun, artinya, sistem
imun tubuh menyerang jaringan sehat sehingga mengakibatkan
rusaknya sendi, inflamasi kronik yang ditambah dengan rusaknya
organ-organ lain dan sistem organ. RA cenderung muncul pada
usia yang lebih muda, dan tidak terbatas pada sendi-sendi
penyangga (berat) tubuh.
Sebaliknya pada OA, rusaknya sendi dikarenakan
oleh penggunaan dan usia, OA biasanya menyerang sendi penyangga
(berat) tubuh, tidak menyerang organ-organ lain, dan biasanya
berkaitan dengan bertambahnya usia.
Apa gejala dari RA ?
Gejala dari RA termasuk kaku sendi, nyeri dan terbatasnya
gerakan sendi. Ketika muncul gambaran tertentu pada sendi-sendi
kecil di tangan dan kaki, umumnya para ahli reumatologi akan
mengatakan bahwa gejala ini adalah ciri khas dari RA. Kaku
sendi dan nyeri biasanya memburuk pada pagi hari dan pada
beberapa kasus dapat terjadi sepanjang hari. RA dapat berdampak
serius pada aktivitas normal sehari-hari.
Gejala lain yang dapat timbul pada RA, termasuk
hilangnya nafsu makan, lesu, demam, anemia dan bengkak pada
jaringan di bawah kulit yang dikenal sebagai “nodul
reumatoid”. Selain menyerang tangan dan kaki, RA juga
menyerang pergelangan tangan, siku, pergelangan kaki, lutut
dan leher, biasanya menyerang kedua sisi dari tubuh (simteris,
kiri dan kanan) pada waktu yang bersamaan. Pada kasus yang
lebih berat, RA juga dapat menyerang mata, paru-paru atau
pembuluh darah.
Siapa saja yang menderita RA ?
RA menyerang 0,5 – 1% populasi global. Penyakit
ini dapat muncul pada segala usia, tapi lebih banyak pada
orang-orang yang berusia antara 40 – 60. RA 3 kali lebih
banyak menyerang wanita dibanding pria.
Apa penyebab terjadinya RA ?
Penyebab pasti dari RA belum diketahui, tapi berdasarkan
sifat-sifat alami dari penyakit, RA digolongkan sebagai penyakit
autoimun. Hal ini karena terjadinya gangguan pada fungsi normal
dari sistem imun yang menyebabkan sistem imun menyerang jaringan
sehat. Meski mekanisme pasti yang menjadi dasar terjadinya
kerusakan akibat RA belum diketahui, penelitian yang lebih
maju telah menemukan faktor penting yang menyebakan terjadinya
inflamasi, dan memberikan pengertian yang lebih baik terhadap
faktor pencetus yang menjadi penyebab RA. Hasil penelitian
yang dilakukan menunjukkan bahwa aktivitas sel B sangat penting
pada proses penyakit RA.
Siapa yang beresiko terserang RA
?
Banyak faktor yang berperan dalam terjadinya RA.
Walaupun penyebabnya belum diketahui, genetik (faktor keturunan)
bisa menjadi faktor yang sangat penting. Penelitian telah
menunjukkan bahwa gen-gen tertentu yang mengatur sistem imun
berperan dalam menentukan siapa kira-kira akan terserang RA.
Namun demikian tidak semua orang yang menderita RA mempunyai
gen spesifik ini, dan ada juga orang yang diketahui mempunyai
gen spesifik ini tidak pernah terserang RA.
Faktor lingkungan juga berkontribusi dalam terjadinya RA.
Peneliti berspekulasi bahwa RA dapat saja dipicu oleh infeksi
(kemungkinan virus atau bakteri) pada orang-orang yang tidak
mempunyai penyebab genetik, tetapi bukti-bukti yang kuat mengenai
hal ini belum ada.
Produk yang berhubungan:
MabThera
RA
|