|
CMV adalah singkatan Cyto-Megalo Virus. Virus ini diklasifikasikan
dalam keluarga virus herpes. Keluarga virus ini juga termasuk:
- Herpes simpleks (menyebabkan koreng pada mulut dan
penyakit kelamin)
- Varicella-Zoster (menyebabkan cacar monyet dan penyakit
cacar)
- Eipstein-Barr (menyebabkan mononukleosis dan penyakit
myeloproliferatif)
Apakah virus ?
Virus adalah sejenis organisma yang hanya dapat hidup
dan berbiak dalam sel pejamu yang menjadi korbannya. Hal ini
berbeda dengan jamur atau bakteri, yang mampu dibiakkan di
cawan percobaan. Virus menulari dengan menempelkan diri pada
permukaan sel sasaran dan menembusnya. Kemudian virus melepaskan
perisai permukaan tubuhnya dan mengambil alih mekanisme sintesis
protein dan replikasi sel yang ditumpanginya.
Mengapa virus membuat kita sakit
?
Ada beberapa alasan:
- Sel yang diserang virus dan disandera sistem pembiakan
dan produksi proteinnya setelah beberapa waktu akan binasa.
Kematian sel akan disertai dengan pelepasan zat kimia
yang membuat tubuh kita merasa sakit.
- Sel yang diserang virus akan memproduksi protein baru
pesanan dari cetak biru genetik virus. Protein yang baru
ini asing dan tidak dikenali tubuh sehingga tubuh akan
membentuk sistem kekebalan yang akan menghancurkan sel
tersebut. Sel yang hancur akan lebih banyak mengeluarkan
zat kimia dan virus baru yang mengakibatkan tubuh kita
merasa lemah/sakit.
- Akhirnya sel kekebalan tubuh memproduksi bahan kimia,
yanitu “cytokines” yang membuat kita mersa
sakit. Kadang, demam dapat pula disebabkan oleh respon
kekebalan dan bukan hanya dari virus itu sendiri.
Kenapa virus merupakan masalah pada
pasien cangkok organ?
Virus biasa menghinggapi pasien cangkok organ pasca
transplantasi karena biasanya para pasien ini diberikan obat-obatkan
yang kuat yang menekan sistem kekebalan tubuh. Guna penekanan
sistem kekebalan tubuh ini adalah agar tubuh tidak memusnahkan
organ yang dicangkokkan. Efek samping dari penekanan sistem
kekebalan tubuh yang dahsyat ini adalah ketidak mampuan tubuh
untuk melawan infeksi karena sistem cegah-tangkal dalam sistem
kekebalan tubuh telah dilucuti.
Organ apakah yang terkena infeksi
CMV ?
CMV dapat mengenai hampir semua organ dan menyebabkan
hampir semua jenis infeksi. Organ yang terkena adalah:
- CMV nefritis (ginjal)
- CMV hepatitis (hati)
- CMV myocarditis (jantung)
- CMV pneumonitis (paru-paru)
- CMV retinitis (mata)
- CMV gastritis (lambung)
- CMV colitis (usus)
- CMV encephalitis (otak)
Apakah Viremia CMV ?
Adanya virus CMV dalam peredaran darah. Hal ini
ditentukan oleh hasil pemeriksaan tes laboratorium khusus
PCR (Polymerase Chain Reaction).
Apakah gejala CMV ?
Karena bisa menghinggapi hampir semua organ, gejalanya
juga amat bervariasi. Biasanya CMV menyebakan demam, penurunan
jumlah sel darah putih (leukopenia) dan lesu-letih. Gejalanya
dapat ringan hingga berat. Kreatinin dapat meningkat pada
pasien cangkok ginjal dengan infeksi CMV. Infeksi pada paru-pariu
menimbulkan sesak dan batuk. Pada sistem cerna, infeksi CMV
menyebabkan mual, muntah dan diare.Ensefalitis CMV dapat menyebakan
kejang, nyeri kepal, dan koma.
Bagaimana CMV didiagnosis ?
Diagnosis pasti CMV ditetapkan berdasarkan pemeriksaan
PCR yang mendeteksi keberadaan DNA (materi genetik) virus
CMV dalam darah. Dahulu (juga sekarang), infeksi CMV juga
ditetapkan dengan pemeriksaan kadar antibodi IgG dan IgM.
Apakah CMV serius ?
Bervariasi. CMV dapat ringan namun juga dapat amat
berbahaya. Gejala dapat bervariasi mulai dari amat berat hingga
gejala minimal atau bahkan tanpa gejala.
Bagaimana saya bisa mendapat CMV
?
CMV ditularkan melalui kontak selaput lendir (mulut
dan kelamin) dan virus. Virus hidup ada dalam cairan tubuh
pasien CMV. Pasien dengan sistem kekebalan normal akan mengalami
gejala menyerupai flu yang ringan, lesu-letih, dan batuk.
Bisakah saya mendapat infeksi CMV
ulang ?
Tentu. Sekali terinfeksi, virus akan membenamkan
diri dalam tubuh dan dapat menyebabkan infeksi ulang pada
masa mendatang.
Bagaimana CMV diobati ?
Pengobatan yang paling sering dikerjakan untuk infeksi
CMV adalah Ganciclovir, suatu anti-virus yang lebih baik dibandingkan
dengan asiklovir dalam mengatasi CMV.
Apa CMV dapat dicegah dengan vaksin
?
Sampai saat ini belum ditemukan vaksin yang terbukti
efektif mencegah infeksi CMV
Product yang berhubungan
:
Cymevene
|