|
Osteoporosis
Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang umumnya
muncul pada individu usia lanjut. Wanita lebih rentan untuk
menderita osteoporosis 10 kali lipat dibandingkan p ria .
Insiden osteoporosis semakin bertambah disebabkan karena meningkatnya
angka umur harapan hidup.
Gambaran klinis osteoporosis meningkat secara
bertahap. Gejala klinis umumnya tidak muncul di awal sehingga
penyakit sering terlambat dideteksi bahkan sangat terlambat
untuk diterapi secara efektif. Jika seseorang telah mulai
merasa sakit atau terjadi fraktur akibat osteoporosis, maka
kualitas hidup orang tersebut tidak akan kembali normal dan
seterusnya perlu mendapatkan perawatan.
Hal ini yang menyebabkan pentingnya deteksi
dini osteoporosis. Karena semakin dini osteoporosis dideteksi,
maka semakin terhindar dari fraktur.
Peran laboratorium dalam manajemen
klinis osteoporosis
Osteoporosis dapat didiagnosis dengan mengukur kepadatan tulang.
Pengukuran kepadatan tulang memberikan indikasi risiko fraktur
pada saat tersebut. Prosedur pengukuran kepadatan tulang yang
umum digunakan adalah dual x-ray absorptiometry (DEXA).
Tes laboratorium yang diidentifikasi sebagai
petanda spesifik untuk melihat formasi dan degradasi tulang
yaitu B-Crosslaps dan P1NP.
|